Magister Keperawatan UMM Jadi Ketua Pelaksana IC-STSD 2026, Buka Peluang Kolaborasi dengan ISEAS Singapore

  Malang — Program Studi Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipercaya Direktorat Program Pascasarjana UMM sebagai ketua pelaksana penyelenggaraan 4th International Conference on Sciences and Technology for Sustainable Development (IC-STSD) 2026 yang berlangsung pada Sabtu (13/6). Konferensi internasional ini mengangkat tema “Sciences and Technology for Sustainable Development: Integrating Innovation, Health, Education, and Social Transformation to Achieve the Sustainable Development Goals (SDGs).” Kegiatan menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk berbagi gagasan dan hasil riset terkait pembangunan berkelanjutan. Wakil Rektor IV Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat. dan Kerjasama UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D didampingi Direktur Program Pascasarjana UMM, Prof. Dr. Khozin, M.Si., membuka kegiatan yang diikuti 242 peserta. Sebanyak 42 peserta hadir secara langsung di UMM, sementara 200 peserta mengikuti kegiatan secara daring. Kepala Program Studi Magister Keperawatan UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom., mengatakan bahwa keterlibatan Magister Keperawatan dalam penyelenggaraan konferensi ini menjadi ruang untuk memperluas jejaring akademik sekaligus mempertemukan berbagai disiplin ilmu dalam isu pembangunan berkelanjutan. Empat pembicara utama hadir dalam konferensi tersebut. Mereka adalah Associate Professor Mun’im Sirry dari University of Notre Dame, Amerika Serikat, Dr. Irna Nurlina Binte Masron dari ISEAS–Yusof Ishak Institute, Singapura, Prof. Dr. Ir. Machmud Effendy, ST., M.Eng. dari Universitas Muhammadiyah Malang, dan Prof. Samir Derouiche dari El-Oued University, Algeria. Pada sesi kesehatan, dosen Magister Keperawatan UMM, Sri Sunaringsih Ika Wardojo, S.KM., MPH., Ph.D., dipercaya menjadi moderator diskusi Prof. Samir Derouiche yang membahas hubungan stres oksidatif dan penyakit kronis serta pentingnya strategi pencegahan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Tema ini sejalan dengan perhatian Magister Keperawatan UMM terhadap pencegahan dan pengelolaan penyakit tidak menular di masyarakat. Selain rangkaian konferensi, kegiatan ini juga menjadi momentum awal penjajakan kerja sama antara Magister Keperawatan UMM dan ISEAS–Yusof Ishak Institute Singapore melalui pertemuan dengan Dr. Irna Nurlina Binte Masron. ISEAS merupakan lembaga riset yang banyak menghasilkan kajian tentang masyarakat, kebijakan publik, pembangunan sosial, dan dinamika kawasan Asia Tenggara. Bagi Magister Keperawatan UMM, perspektif yang dikembangkan ISEAS relevan dengan berbagai isu kesehatan masyarakat yang saat ini menjadi fokus penelitian program studi. Ke depan, peluang kolaborasi dapat diarahkan pada penelitian pencegahan penyakit tidak menular berbasis keluarga dan komunitas, kesehatan perempuan, inovasi layanan penyakit kronis, sintesis bukti ilmiah, hingga kesehatan mental dan psikospiritual masyarakat. Bidang-bidang tersebut sejalan dengan lima klaster riset Magister Keperawatan UMM, yaitu Community & Family-Based NCD Prevention, Maternal & Women’s Health in NCD, Chronic Care & Medical-Surgical Innovation, Evidence Synthesis & Cognitive Health, serta Mental Health & Psychospiritual Care in NCD. Bagi Magister Keperawatan UMM, konferensi ini bukan hanya forum untuk mempresentasikan hasil penelitian. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk bertemu, berdiskusi, dan membuka peluang kerja sama yang dapat dikembangkan dalam bentuk riset bersama, publikasi, maupun program akademik di masa mendatang.    

Gandeng Pakar Internasional, Prodi S2 Keperawatan UMM Gelar Ujian Proposal Tesis Perdana

MALANG – Program Studi Magister (S2) Keperawatan, Direktorat Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sukses menyelenggarakan rangkaian ujian proposal tesis bagi mahasiswa angkatan pertama pada tanggal 5 dan 6 Mei 2026. Momentum ini menjadi tonggak sejarah penting bagi prodi dalam mewujudkan visinya sebagai pusat “Islamic Research-Based Nursing Leadership in Non-Communicable Diseases.” Langkah Awal Menuju Riset Berkualitas Ujian proposal ini merupakan starting point yang krusial bagi para mahasiswa Magister Keperawatan untuk mematangkan rancangan penelitian mereka. Fokus utama yang diusung tetap berakar pada penguatan kepemimpinan keperawatan berbasis riset Islami, khususnya dalam penanganan penyakit tidak menular (Non-Communicable Diseases/NCDs) sebelum terjun langsung ke lapangan. Hadirkan Penguji dari Malaysia Ada yang istimewa dalam pelaksanaan ujian kali ini. Guna memastikan standar kualitas penelitian yang berdaya saing global, Prodi S2 Keperawatan UMM menghadirkan jajaran penguji ahli dari universitas ternama di Malaysia. Para pakar yang terlibat sebagai penguji tamu antara lain:Dr. Wan Marina Wan Ismail (Universiti Teknologi Mara Malaysia/UiTM), Dr. Rusnani Ab Latif (Universiti Teknologi Mara Malaysia/UiTM), Assoc. Prof. Ts. Dr. Wan Ismahanisa Ismail (Universiti Teknologi Mara Malaysia/UiTM), dan Assistant Professor Dr. Rosnani Binti Sarkarsi (International Islamic University Malaysia/IIUM). Langkah berani melibatkan penguji internasional ini bertujuan memastikan bahwa setiap riset yang lahir dari mahasiswa memiliki standar publikasi internasional dan mampu menjawab tantangan global dalam lingkup NCDs dengan pendekatan nilai-nilai keislaman.  Standar Global Sebagai Prioritas Utama Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si, memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif yang diambil oleh Prodi S2 Keperawatan. Menurutnya, keterlibatan penguji internasional adalah cerminan dari visi UMM sebagai universitas berkelas dunia. “Kami di UMM berkomitmen untuk tidak hanya melahirkan lulusan bergelar magister, tetapi juga intelektual yang memiliki daya saing global Kehadiran para pakar dari UiTM dan IIUM dalam ujian proposal ini adalah bukti nyata bahwa kualitas akademik kita telah selaras dengan standar internasional. Kami ingin riset mahasiswa memiliki resonansi dan dampak yang diakui secara luas, tidak hanya di tingkat nasional tapi juga di level mancanegara,” tegas Prof. Nazaruddin. Membangun Perspektif Riset yang Komprehensif Senada dengan hal tersebut, Kaprodi S2 Keperawatan UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, menjelaskan bahwa kurikulum prodi dirancang secara spesifik untuk mencapai visi Islamic Research-Based Nursing Leadership in Non-Communicable Diseases. Oleh karena itu, masukan dari pakar luar negeri menjadi sangat krusial. “Melalui pelibatan penguji dari universitas-universitas di Malaysia,seperti Dr. Wan Marina, Dr. Rusnani, Dr. Rosnani, dan Dr. Wan Ismahanisa, kami memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan ‘global coaching’. Tujuannya jelas: mempertajam pisau analisis mereka dan memberikan perspektif berbeda mengenai tren keperawatan global. Ini adalah langkah awal kami dalam menyiapkan peneliti yang handal, kritis, dan mampu menjawab persoalan kesehatan yang kompleks,” ungkap Prof. Yoyok. Keunggulan Strategis bagi Mahasiswa Melibatkan penguji luar negeri memberikan dampak bagi nilai jual lulusan, di antaranya: Perspektif Lintas Negara: Mahasiswa mendapatkan masukan mengenai tren nursing care dan kebijakan kesehatan yang berlaku di Malaysia dan Asia Tenggara. Jejaring Internasional: Membuka peluang kolaborasi riset lebih lanjut dengan pakar luar negeri. Validasi Kualitas: Menjadi bukti bahwa kurikulum dan standar akademik S2 Keperawatan UMM diakui oleh mitra luar negeri. Testimoni Mahasiswa: Pengalaman Global yang Menantang Beberapa mahasiswa mengungkapkan rasa bangga sekaligus tantangan yang ia rasakan selama proses ujian berlangsung. “Awalnya saya cukup tegang karena diuji langsung oleh pakar dari luar negeri. Namun, masukan dari penguji seperti Dr. Rusnani sangat membuka mata saya mengenai bagaimana riset tentang penyakit tidak menular (NCDs) dipandang secara global. Diskusi tadi tidak hanya soal teori, tapi bagaimana nilai-nilai Islam bisa menjadi landasan kepemimpinan dalam praktik keperawatan di masa depan. Ini pengalaman yang luar biasa bagi pengembangan karier saya,” ungkap Jana, mahasiswa S2 Keperawatan. Senada dengan Jana, beberapa mahasiswa lain juga membagikan pengalamannya setelah ujian berlangsung. “Ujian berlangsung tertib, professional, serta memberikan suasana akademik yang nyaman dan kondusif bagi mahasiswa”, ungkap Ari Wijaya. Hal senada juga di ungkapkan oleh Eva “Para penguji adalah pakar di bidangnya, pertanyaan dan arahan nya sesuai dengan bidang penelitian kami, terimakasih S2 Keperawatan UMM telah menghadirkan pembimbing dan penguji yang handal”. Terlaksananya ujian ini merupakan bukti nyata dari ekosistem akademik berkualitas tinggi di UMM. Para mahasiswa didampingi secara intensif melalui kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri kesehatan modern. Akhirnya, setelah ujian ini di harapkan para mahasiswa S2 Keperawatan UMM memiliki wawasan luas dan berani melihat tantangan kesehatan dari berbagai perspektif serta dapat segera melanjutkan tahap penelitian dengan bimbingan yang lebih matang, serta berkontribusi nyata dalam inovasi pelayanan kesehatan di masa depan. (editor: muslih)