MALANG – Program Studi Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar International Guest Lecture pada 30 April 2026. Acara yang dilaksanakan secara daring ini menghadirkan pakar keperawatan ternama dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Rusnani Ab Latif, yang membedah tuntas topik krusial mengenai Research Design.

Kegiatan ini dipandu secara interaktif oleh Henny Dwi Susanti, Ph.D. selaku moderator, dan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa pascasarjana serta akademisi. Fokus utama diskusi adalah memperdalam pemahaman mengenai metodologi penelitian yang tepat untuk menjawab tantangan kesehatan global saat ini.

Integrasi Visi dan Kepemimpinan

Penyelenggaraan kuliah tamu internasional ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan visi besar Prodi S2 Keperawatan UMM, yakni menjadi pusat pendidikan yang unggul dalam Islamic Research-Based Nursing Leadership in Non-Communicable Disease (NCD). Dengan menggandeng pakar internasional, prodi berupaya mencetak pemimpin perawat yang mampu mengelola penyakit tidak menular berbasis bukti ilmiah dan nilai-nilai Islami.

Ketua Program Studi S2 Keperawatan UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep, Sp.Kom,menegaskan bahwa penguatan riset adalah fondasi utama bagi mahasiswa magister.

“Melalui International Guest Lecture ini, kami ingin memastikan mahasiswa memiliki cakrawala luas dalam menentukan desain riset yang inovatif. Hal ini sejalan dengan visi prodi kita, di mana kepemimpinan keperawatan harus berpijak pada riset yang kuat (research-based) untuk menangani penyakit tidak menular, namun tetap teguh pada koridor nilai-nilai keislaman,” ujar Kaprodi S2 Keperawatan UMM.

Dukungan Universitas dan Antusiasme Mahasiswa

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si, dalam testimoninya menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi Prodi S2 Keperawatan dalam membangun jejaring global.

“Kegiatan ini adalah bukti komitmen UMM dalam mengejar internasionalisasi. Kami ingin lulusan S2 Keperawatan tidak hanya jago di kandang, tapi memiliki standar berpikir global untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Intan, salah satu mahasiswa S2 Keperawatan yang mengikuti acara juga memberikan kesannya:

“Pemaparan Dr. Rusnani sangat mencerahkan. Kami mendapatkan perspektif baru tentang bagaimana menyusun desain riset yang robust untuk menangani kasus-kasus kronis (NCD) di lapangan. Ini sangat membantu kami dalam mempersiapkan tesis yang berkualitas,” ujarnya.

Sinergi Akademik Lintas Negara

Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dinamis, di mana para mahasiswa mengonsultasikan rancangan penelitian mereka langsung kepada Dr. Rusnani. Diskusi hangat ini tidak hanya memperkaya wawasan metodologis, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset antara mahasiswa UMM dan UiTM Malaysia di masa depan.

Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas luaran riset yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi. Melalui kuliah tamu ini, Prodi S2 Keperawatan UMM kembali meneguhkan posisinya sebagai pionir dalam mencetak pemimpin keperawatan yang religius, ilmiah, dan berdaya saing global dalam penanggulangan penyakit tidak menular.

 

(editor: muslih)